Pada abad ke-18, di
Inggris orang-orang ang pertama kali memakai celana dalam adalah kaum
bangsawan terutama para istri raja. Bentuk celana dalam pada waktu itu
bukan yang kita pakai sehari-hari, mereka masih overall, hanya memakai
sehelai kain tipis yang melindungi kulit dari kain yang kasar yang
terbuat dari cotton wool yang pada waktu itu masih tergolong mahal.
Setelah 3000 tahun
berlalu, sejak kejayaan kerajaan Fir’aun runtuh, kerajaan ini hanya
menyisakan tulisan haerogryphliz, kuburan kuno dan tentu saja ide
brilian yang nantinya berevolusi jadi “kolor” atau “kancut” yang kita
pakai sekarang ini. Dengan adanya penemuan yang dipatenkan pada tahun
1793 oleh Elias Howe, dan juga dukungan revolusi industri,
pembuatan celana dalam makin pesat di produksi saat itu. Saat
perkembangan makin pesat, celana dalam yang dipakai lelaki pada umumnya
memiliki bentuk yang menutupi seluruh badan atau disebut skivvies,
sehingga disebut mens second skin. Underwear wanita yang paling terkenal
dinamakan lingerie, yang juga berfungsi sebagai korset untuk
menyusutkan perut, nggak sedikit juga dipakai para wanita agar terlihat
langsing dibagian perut. Kurang lebih saat ini yang biasa dipakai oleh
bintang bokep. Ya, seperti itu.
Tetapi, ketika perang
dunia pertama para tentara sekutu komplain gara-gara skivvies yang
dipakai cepat bikin infeksi kulit. Sementara, marinir angkatan laut
Amerika juga protes karena skivvies sering bikin lecet-lecet pistol dan 2
pelurunya ketika dipakai di medan perang. Keluhan itu di dengar oleh
pemerintah. Akhirnya, paman Sam segera membuatkan kancut khusus ARMY
dengan bahan katun berwarna putih khusus untuk prajuritnya. Lalu dibuat
juga waistband yang elastis. Yup, para tentara pada perang dunia pertama
ini sangat bergantung pada kancut selain sepatu tebal dan helm yang
berat. Kancut menjadi idola para tentara di medan perang. Namun gara2
kancut warna putih itu, mengundang para Nazi dari jerman menyerukan
“Target White underwear!” Melihat, kancut putih jadi sasaran musuh,
tentara Amerika segera merubahnya dengan corak kancut menjadi warna
loreng yang berbaur dengan warna hutan. Dan divariasikan sesuai dengan
aktivitas dan keperluan masing. Pada waktu PD ke-1 ini udah memakai
kancut brief atau yang berbentuk segitiga. Sekutu juga sudah memakai
Boxer, kancut yang serupa dengan celana pendek dengan motif loreng
harimau sampai polka dot.
Tetapi pada tahun 80-an
penggunaan celana dalamdi Amerika pernah ditentang oleh sekelompok kaum
Hippies. Mereka beranggapan bahwa penggunaan celana dalam pada semua
kaum pria dan wanita sangat tidak natural dan juga mengekang kebebasan
ekspresi diri. Mereka melakukan protes dengan aksinya yang cukup
controversial. Kaum Hippies membakar seluruh celana dalam atau bra yang
mereka ambil secara paksa dari toko-toko pakaian maupun dari orang-orang
yang memakainya.
Di Jepang, 12% kejahatan
pencurian adalah mencuri pakaian dalam wanita. Di Indonesia sendiri
pada paska tragedy kerusuhan 14 Mei 1998 lalu ketika itu banyak terjadi
pemerkosaan di kalangan wanita, pernah dijual pakaian dalam yang dapat
melindungi para wanita dari lelaki yang usil. celana dalam itu dibuat
dennnnnngan bahan baja dan kunci kombinasi nomor. Tujuannya untuk
menjamin “si otong” nggak bakal datang kalo nggak diundang.
Underwear in a Millenium era
Pada awal 90-an underwear menjadi fashion oleh para designer terkemuka. Perusahaan raksasa macam Calvin Klein dan Jockey mewakili
brand ternama underwear pria. Victoria’s secret adalah produsen
terbesar underwear wanita yang terkemuka dan terkenal dengan berbagai
variasi. Biasanya perusahaan ini sering melakukan launching produk
mereka yang langsung diperagakan oleh model-model cantik seperti Cindy
Crawford, Tyra Bank, Claudia Sheiffeir dan bahkan pernah oleh Madonna.
Inovasi lainnya juga
dilakukan dengan menggunakan kain-kain seperti sutra, lycra, satin dan
bahkan ada yang tembus pandang. Para peneliti di Amerika mengatakan
bahwa underwear menjadi suatu aphrodisiac (penambah motivasi sex),
sehingga dibuatlah underwear wanita yang makin wow! Ada juga edible
underwear (kancut yang bisa dimakan) buat mereka yang tidak suka
kerepotan membuka kancut pada saat foreplay. Edge line juga menjadi
bahan acuan dalam inovasi underwear dengan dibuat semakin mungil saja.
Ada juga underwear terkemuka ang dikenal dengan nama thong atau
G-String, yang hanya menutupi bagian depan saja sedangkan belakangnya
terbuka dan memperlihatkan “kedua pipi” pantat dan strip linenya
tersisip ditengah-tengah sehingga disebut calem, celana kedalem. Pada
tahun 1990 diciptakan kancut sekali pakai. Pola* atau motif kancut juga
mulai menjadi bahan inovasi dari yang sederhana sampai pola yang cukup
extrim. Misalnya menggunakan kulit binatang seperti kulit macan, kulit
buaya dan kulit ular. Dan biasanya underwear** hasil rancangan para
designer terkemuka dijual dengan harga yang sangat mahal. Di Perancis
bahkan pernah dipamerkan underwear termahal karena diberi aksesoris
permata seperti berlian.
eferensi : wikipedia, duniafaktaunik.blogspot.co.id, kaskus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar